Trabaznews.com, Prabumulih— Lebih dari 400 demonstran yang tergabung dalam Aliansi Prabumulih Menggugat (APM) memadati area depan kantor PT Pertamina Zona 4 di Kota Prabumulih pada Selasa pagi, menuntut transparansi dalam proses rekrutmen tenaga kerja di sektor energi yang dinilai tidak terbuka dan berpotensi merugikan masyarakat lokal.
Aksi tersebut berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat keamanan, dengan massa membawa spanduk dan menyuarakan tuntutan melalui orasi yang berlangsung bergantian. Sejak pagi hari, gelombang massa terus berdatangan, menciptakan tekanan publik terhadap pihak perusahaan dan instansi terkait.
Ketua Umum APM, Adi Susanto, dalam orasinya menegaskan bahwa pihaknya mendesak adanya keterbukaan penuh dalam proses perekrutan tenaga kerja, khususnya yang melibatkan PT Pertamina melalui unit operasionalnya di Zona 4.
Menurutnya, proses rekrutmen yang dijalankan oleh PT Patra Drilling Contractor (PDC), yang bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja, diduga tidak berjalan secara objektif dan sarat kepentingan.
APM juga menyoroti peran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), yang bersama PDC dan Disnaker dinilai tidak transparan dalam proses perekrutan. Mereka menduga adanya praktik yang berpotensi menghambat akses masyarakat lokal terhadap peluang kerja di wilayahnya sendiri.
“APM meminta transparansi penuh agar masyarakat lokal mendapatkan kesempatan kerja yang adil dan tidak ada praktik yang merugikan pencari kerja,” tegas Adi di hadapan massa aksi.
Demonstrasi ini mencerminkan meningkatnya sorotan publik terhadap tata kelola rekrutmen di sektor energi, khususnya di daerah penghasil migas. Para pengunjuk rasa menuntut agar perusahaan dan pemerintah daerah membuka mekanisme seleksi secara jelas, akuntabel, dan dapat diawasi publik.
Hingga laporan ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di lokasi, menunggu tanggapan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi pemerintah terkait. Belum ada pernyataan resmi yang dirilis oleh pihak Pertamina Zona 4 maupun Disnaker setempat.
Situasi di lokasi tetap kondusif, meskipun ketegangan sempat meningkat saat massa mendesak perwakilan perusahaan untuk menemui mereka secara langsung. Aparat keamanan terus berjaga guna memastikan aksi berlangsung damai.(Mlk)







Komentar