Ketua DPP Forpess Sumsel Dr. KH. Muhsin Salim: Santri Masa Kini Harus Berani Melawan Kebodohan dengan Ilmu dan Menjaga Persatuan Bangsa

Editorial, Pendapat303 Dilihat

Trabaznews.com- Palembang – Hari Santri Nasional 2026 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan ulama dan santri dalam menjaga keutuhan bangsa. Santri masa kini dituntut tidak hanya memiliki ilmu agama yang kuat, tetapi juga berakhlak mulia, disiplin, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Dr. KH. Muhsin Salim, M.Pd., Ketua DPP Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan (Forpess Sumsel) sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Kepayang, Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dalam memaknai peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Menurutnya, sejarah perjuangan bangsa telah membuktikan bahwa ulama dan santri memiliki peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya melalui Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang membangkitkan semangat perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan.

“Para santri terdahulu telah memberikan teladan bahwa mencintai agama dan mencintai tanah air dapat berjalan beriringan. Mereka berjuang dengan ilmu, doa, keberanian, dan pengorbanan demi keselamatan masyarakat serta masa depan bangsa,” ungkapnya.

Ia menegaskan, tantangan santri masa kini memang berbeda dengan perjuangan para pendahulu. Namun, semangat pengabdian harus tetap hidup dan diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Santri masa kini harus berani melawan kebodohan dengan ilmu, melawan kebencian dengan persaudaraan, serta melawan kemalasan dengan kedisiplinan. Jangan hanya bangga menyandang status santri, tetapi harus mampu mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan para ulama,” tegas Dr. KH. Muhsin Salim.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati guru, memuliakan orang tua, menjaga persatuan, serta menjadikan ilmu sebagai jalan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Menurutnya, pesantren memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya kuat dalam keimanan, tetapi juga unggul dalam pengetahuan, berkarakter, dan siap menghadapi perkembangan zaman.

“Momentum Hari Santri Nasional 2026 harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk memperbarui semangat belajar dan pengabdian. Kita mungkin tidak lagi berjuang di medan perang seperti para pendahulu, tetapi kita bisa melanjutkan cita-cita mereka melalui pendidikan, akhlak, persatuan, dan kontribusi nyata bagi bangsa,” tuturnya.

Menutup pesannya, Ketua DPP Forpess Sumsel tersebut berharap para santri Indonesia terus tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu mengambil peran dalam pembangunan dan kemajuan bangsa.

“Selamat Hari Santri Nasional 2026. Santri Berdaya, Indonesia Berjaya. Jadilah santri yang tidak hanya membanggakan pesantren, tetapi juga membawa manfaat bagi umat, masyarakat, dan Indonesia,” pungkasnya.(Ade)