Inovasi Ramah Lingkungan, Pertamina EP Prabumulih Olah Limbah Sabut Kelapa Jadi Alat Penunjang Keandalan Operasi

Editorial87 Dilihat

Trabaznews.com, Prabumulih-  Di tengah upaya mewujudkan ketahanan energi nasional, Pertamina EP Prabumulih Field terus melakukan inovasi. Salah satunya mengolah limbah sabut kelapa menjadi peralatan penanggulangan tumpahan minyak (oil spill equipment/OSE).

Perusahaan yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (Pertamina Hulu Rokan Zona 4) itu membuat inovasi produk bernama OSEKA (Oil Spill Equipment Sabut Kelapa). Limbah sabut kelapa diolah menjadi tiga jenis OSEKA, yaitu absorbent pad, Oil boom, dan serbuk.

OSEKA dikembangkan sebagai bagian dari sistem kesiapsiagaan operasi Pertamina EP Prabumulih Field. Perusahaan tetap mengutamakan keselamatan dan keandalan di setiap tahapan operasi.

“Semangat inovasi Pertamina EP Prabumulih Field terus menyala seiring kewajiban kami memenuhi pasokan energi. OSEKA tidak hanya menjawab persoalan limbah sabut kelapa, tetapi juga menjadi solusi baru ramah lingkungan untuk kebutuhan operasi hulu migas yang andal,” ucap Eko Bagus Wibowo, Pjs. Senior Manager Pertamina EP Prabumulih Field.

Inovasi ini bermula dari pemanfaatan kelapa oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi yang belum dilakukan secara menyeluruh. Pengolahan kelapa oleh masyarakat sering kali justru menimbulkan masalah, yaitu limbah sampah sabut kelapa yang tidak diolah.

Pertamina EP Prabumulih Field melihat peluang dari kondisi tersebut. Sejak April 2026, perusahaan migas ini coba mengembangkan inovasi limbah sabut kelapa. Daya serap yang tinggi membuat limbah sabut kelapa cocok dijadikan material dasar pembuatan OSE.

Setelah melakukan sejumlah riset dan uji coba, Pertamina EP Prabumulih Field mampu memproduksi OSEKA. Dibandingkan dengan OSE yang biasa digunakan di industri migas, OSEKA lebih murah karena harga pembuatannya hanya sekitar Rp14.500 per buah. OSEKA juga bisa dipakai ulang hingga enam kali, berbeda dari OSE biasa yang hanya sekali pakai.

Pertamina EP Prabumulih Field berencana memperbanyak produksi OSEKA dengan melibatkan kelompok masyarakat di sekitar wilayah operasi. Pelibatan ini diharapkan dapat memutar perekonomian masyarakat sekitar.

“Kami ingin OSEKA menjadi wujud kehadiran Pertamina EP Prabumulih Field yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ucap Eko.

*Tentang PHR Zona 4
PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.

‎Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. PHR Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan Sumbagsel.(mlk)

Komentar