Bupati Ogan Ilir Perkuat Sinergi dengan BSI dan Bank Sumsel Babel, Akses Pembiayaan hingga Beasiswa Jadi Sorotan

Pendapat53 Dilihat

Trabaznews.com, Ogan Ilir— Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar, S.H., M.Si., M.I.Kom., menerima audiensi jajaran PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya di Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (1/9/2026).

Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir mendorong agar sektor perbankan mampu menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama dalam membuka akses pembiayaan, memperkuat pelaku usaha, meningkatkan literasi keuangan, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia.
Audiensi dihadiri Manager PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Palembang, Khaerul, beserta jajaran, serta Kepala Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya, Elfarina, bersama jajaran.

Sejumlah agenda strategis dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari perluasan akses pembiayaan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, transformasi layanan perbankan berbasis digital, hingga program sosial yang berpotensi dikolaborasikan dengan Pemkab Ogan Ilir.

BSI menawarkan sejumlah program yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan di Kabupaten Ogan Ilir. Di antaranya fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan sektor perumahan, pemberdayaan rumah tangga, serta dukungan terhadap sektor kesehatan.Namun, tantangannya bukan berhenti pada banyaknya program yang ditawarkan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan berbagai fasilitas tersebut benar-benar dapat diakses masyarakat yang membutuhkan, khususnya pelaku UMKM dan kelompok ekonomi produktif.

Akses pembiayaan yang mudah, tepat sasaran, dan disertai pendampingan menjadi salah satu kunci agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan perbankan, tetapi mampu meningkatkan kapasitas ekonomi dan menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, transformasi digital perbankan juga menjadi perhatian. BSI mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui pemanfaatan layanan perbankan digital.

Digitalisasi diharapkan mampu memangkas berbagai hambatan layanan sehingga masyarakat dapat mengakses transaksi dan layanan keuangan secara lebih cepat, mudah, dan efisien. Pada saat yang sama, masyarakat didorong semakin mengenal sistem keuangan formal dan memanfaatkannya secara bijak.

Kerja sama yang dibahas juga tidak hanya menyentuh sektor ekonomi. BSI membuka peluang kolaborasi di bidang kesehatan dan pendidikan, termasuk rencana kerja sama dengan rumah sakit, dukungan terhadap program pencegahan stunting, serta pemberian beasiswa bagi putra-putri terbaik Kabupaten Ogan Ilir.

Jika direalisasikan secara konkret, program tersebut dapat menjadi instrumen tambahan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia. Terlebih, persoalan pendidikan dan kesehatan tidak cukup ditangani hanya melalui anggaran pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan sektor perbankan.

Bagi Pemkab Ogan Ilir, sinergi dengan lembaga keuangan diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama atau agenda pertemuan. Ukuran keberhasilannya harus terlihat dari dampak nyata di lapangan: semakin mudahnya masyarakat memperoleh akses pembiayaan, berkembangnya UMKM, meningkatnya literasi keuangan, membaiknya kualitas kesehatan, serta terbukanya akses pendidikan bagi masyarakat.

Dengan demikian, kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan dapat diarahkan menjadi kekuatan bersama untuk mempercepat pembangunan Kabupaten Ogan Ilir sekaligus memperluas manfaat pembangunan hingga ke masyarakat paling bawah.

Pesannya jelas: sinergi tidak boleh berhenti di meja audiensi. Program harus turun ke lapangan, tepat sasaran, terukur, dan benar-benar dirasakan masyarakat Ogan Ilir.(mlk)

Komentar