Pemkab Ogan Ilir Gelar Salat Istisqa, Bupati Panca Sebut Ikhtiar Spiritual Tanggulangi Karhutla

Editorial, Pendapat243 Dilihat

Trabaznews.com, Ogan Ilir— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir menggelar Salat Istisqa atau salat meminta hujan, Selasa (18/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah daerah bersama jajaran Forkopimda, tokoh agama, aparatur sipil negara (ASN), serta masyarakat untuk menghadapi musim kemarau yang tengah melanda wilayah Kabupaten Ogan Ilir.

Pelaksanaan Salat Istisqa dipusatkan di Lapangan Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai, Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, di tengah kondisi cuaca yang masih didominasi musim kemarau dan meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, hadir secara langsung bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ogan Ilir. Kehadiran pimpinan daerah bersama jajaran pemerintahan menjadi bentuk kepedulian sekaligus ajakan kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menghadapi dampak musim kemarau.

Salat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT agar Kabupaten Ogan Ilir segera mendapatkan hujan yang membawa keberkahan, sekaligus memohon perlindungan bagi masyarakat dari berbagai dampak yang ditimbulkan oleh kemarau panjang.
Bupati Panca Wijaya Akbar mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa merupakan ikhtiar pemerintah daerah bersama jajaran dan masyarakat untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan.
“Ini sebagai bentuk ikhtiar spiritual pemerintah daerah bersama jajaran dan masyarakat, untuk memohon pertolongan Allah SWT agar segera menurunkan hujan,” ujar Panca.

Menurutnya, kondisi kemarau tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air dan aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, upaya menghadapi karhutla harus dilakukan secara bersama-sama, baik melalui langkah nyata di lapangan maupun melalui pendekatan spiritual dan doa bersama.

Selain memohon turunnya hujan, Salat Istisqa juga menjadi momentum untuk memohon keselamatan dan perlindungan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ogan Ilir. Pemerintah daerah berharap hujan segera turun dengan intensitas yang cukup sehingga dapat membantu mengurangi kondisi kering yang terjadi di sejumlah wilayah.
Salat Istisqa sendiri merupakan salah satu bentuk ibadah yang dilakukan umat Islam ketika menghadapi kekeringan atau kemarau panjang. Melalui ibadah tersebut, umat memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang bermanfaat, membawa keberkahan, serta memberikan kemaslahatan bagi kehidupan manusia, hewan, tanaman, dan lingkungan.

Di sisi lain, Bupati Panca juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi karhutla selama musim kemarau. Menurutnya, pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan api di lahan maupun kawasan yang mudah terbakar.

“Untuk masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya kebakaran,” tuturnya.

Pesan tersebut dinilai penting mengingat kondisi lahan yang kering pada musim kemarau dapat membuat api lebih mudah menyebar. Kelalaian kecil, termasuk pembakaran terbuka yang tidak diawasi, berpotensi berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan dan dapat mengancam permukiman maupun aktivitas masyarakat.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Apabila menemukan kepulan asap, titik api, atau indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.

Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan selama musim kemarau. Sinergi antara pemerintah, aparat, tokoh agama, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan untuk meminimalkan risiko karhutla serta menjaga keselamatan masyarakat.

Pelaksanaan Salat Istisqa di KPT Tanjung Senai pada akhirnya tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga menjadi pesan moral agar seluruh pihak semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan.

Pemerintah daerah berharap doa dan ikhtiar yang dilakukan bersama tersebut mendapatkan ridho Allah SWT. Hujan yang turun diharapkan tidak hanya mengakhiri kekeringan, tetapi juga memberikan keberkahan bagi masyarakat, membantu menjaga lingkungan, serta mengurangi ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Ogan Ilir.

“Semoga Allah SWT mengabulkan doa dan ikhtiar seluruh masyarakat Ogan Ilir, menurunkan hujan yang membawa keberkahan, serta menjauhkan Kabupaten Ogan Ilir dari musibah dan bencana,” demikian harapan yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Dengan dilaksanakannya Salat Istisqa, Pemkab Ogan Ilir menegaskan bahwa menghadapi musim kemarau dan potensi karhutla membutuhkan ikhtiar yang menyeluruh: memperkuat kesiapsiagaan di lapangan, meningkatkan kesadaran masyarakat, menjaga lingkungan, sekaligus memanjatkan doa agar Kabupaten Ogan Ilir senantiasa berada dalam perlindungan Allah SWT.(Mlk)