Sinergi Nasional Kian Diperkuat, Pemkab Banyuasin Tunjukkan Aksi Dini dan Kesiapsiagaan Optimal Cegah Karhutbunla 2026

Editorial, Politik679 Dilihat

Trabaznews.com, Palembang — Komitmen kuat dalam memperkuat sinergi nasional penanggulangan bencana kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui kehadiran Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., pada Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutbunla) Nasional Tahun 2026 Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Lapangan Griya Agung Palembang, Rabu (6/5/2026).

Kehadiran Bupati Askolani yang didampingi Kepala BPBD Banyuasin, Reza Agust Perdana, S.E., M.Si., serta Kabid IKP Dinas Kominfo Banyuasin, Titin Yariyanti, S.Pd., M.Si., menjadi wujud nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam mendukung langkah strategis pemerintah pusat dan provinsi dalam menghadapi potensi bencana karhutla.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Djamari Chaniago, menyampaikan arahan strategis yang menekankan pentingnya kesamaan persepsi, langkah terpadu, serta penguatan koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di seluruh Indonesia.

“Kita berharap seluruh unsur terkait dapat menyamakan persepsi dan meningkatkan kolaborasi dalam pencegahan serta penanggulangan karhutla. Sumatera Selatan harus menjadi barometer nasional dalam pengendalian karhutla dengan menekan berbagai faktor penyebab terjadinya kebakaran,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta apel untuk menjadikan momentum tersebut sebagai penguat semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan serta melindungi masyarakat dari dampak bencana.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H., menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuasin telah melakukan berbagai langkah konkret dan aksi dini sebagai bagian dari strategi pencegahan Karhutbunla Tahun 2026.

Di antaranya, Pemerintah Kabupaten Banyuasin telah menetapkan Status Siaga Bencana Karhutla melalui Surat Keputusan Bupati Banyuasin Nomor 430/KPTS/BPBD/2025 sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.

“Pemkab Banyuasin tidak hanya menunggu, tetapi telah bergerak lebih awal melalui aksi nyata di lapangan. Kami telah melaksanakan apel siaga, simulasi penanggulangan kebakaran, serta menjalin kerja sama melalui penandatanganan MoU dengan perusahaan perkebunan di wilayah Banyuasin,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa berbagai upaya preventif juga terus digencarkan, seperti sosialisasi kepada masyarakat, pelatihan penanganan kebakaran, serta pemberian bantuan sarana dan prasarana, termasuk selang dan kendaraan operasional pendukung pemadaman.

Sebagai bagian dari penguatan sistem pengendalian, Pemerintah Kabupaten Banyuasin juga telah membentuk empat Posko Terpadu yang tersebar di Kecamatan Banyuasin III, Tanjung Lago, Pulau Rimau, dan Rambutan. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi dan respons cepat yang menjangkau wilayah sekitarnya.

“Langkah ini kami ambil untuk memastikan kesiapsiagaan tetap terjaga dan respons penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tambahnya.

Dalam rangkaian kegiatan apel tersebut, turut dilaksanakan reaktivasi Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan bersama Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, S.H., M.H., sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas sektor secara berkelanjutan.

Dengan sinergi yang semakin solid antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, serta seluruh pemangku kepentingan, diharapkan upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutbunla Tahun 2026 dapat berjalan optimal, sehingga mampu melindungi lingkungan serta menjamin keselamatan masyarakat secara menyeluruh. (Adek Irawan)

Komentar