Trabaznews.com, Muba — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-103 yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj dan Tabligh Akbar di Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Desa Karang Agung Sungai Kubu, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Rabu (25/1/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut menghadirkan penceramah nasional KH Said Aqil Siradj dan diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai wilayah sekitar.
Kedatangan Gubernur H. Herman Deru disambut hangat oleh masyarakat Desa Karang Agung, Kecamatan Lalan. Antusiasme warga terlihat sejak awal acara hingga kegiatan berakhir.
Wakil Bupati Musi Banyuasin abdur rohman dalam sambutannya menyampaikan harapan agar ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Banyuasin dapat ditingkatkan statusnya menjadi jalan provinsi, sehingga perbaikannya dapat dianggarkan melalui Pemerintah Provinsi Sumsel.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Herman Deru mengaku prihatin dengan kondisi jalan Desa Karang Agung yang dinilai masih memerlukan perhatian serius. Ia pun berjanji akan menurunkan tim teknis untuk meninjau langsung kondisi jalan di kawasan tersebut.
“Dinas Bina Marga Provinsi Sumsel akan turun langsung ke lapangan untuk menghitung dan mengkaji berapa panjang jalan yang perlu diperbaiki agar terkoneksi hingga ke Tungkal Ilir,” ujar Herman Deru.
Selain menyoroti infrastruktur jalan, Gubernur Herman Deru juga menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan keagamaan. Pada kesempatan tersebut, ia menyerahkan bantuan sebesar Rp40 juta untuk mendukung fasilitas belajar mengajar di Pondok Pesantren Darul Istiqomah.
“Saya bantu Rp40 juta untuk mendukung kegiatan pendidikan di pondok pesantren ini,” ucapnya sambil menyerahkan bantuan kepada Pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Ki Heriyanto.
Sementara itu, KH Said Aqil Siradj dalam tausiahnya menegaskan bahwa pesantren merupakan benteng kokoh dalam menjaga dan mempertahankan nilai-nilai ajaran Islam.
“Tidak akan ada ajaran Islam yang kuat tanpa peran pesantren,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai yang diajarkan di pesantren sangat bermanfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama jika diterapkan oleh para pemimpin.
Menurutnya, banyak pelajaran berharga yang dapat diambil dari kitab-kitab klasik yang diajarkan di pondok pesantren sebagai pedoman moral dan etika.
Tabligh Akbar tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Musi Banyuasin, tokoh masyarakat, warga Desa Karang Agung Kecamatan Lalan, serta para santri Pondok Pesantren Darul Istiqomah. (**)













Komentar