Aliansi Ormas dan Aktivis Pemantau Keseimbangan BBM Sumbagsel Gelar Aksi Tuntut Pecat GM PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Sumsel

Investigasi31 Dilihat

Trabaznews.com,PALEMBANG — Aliansi Ormas dan Aktivis Pemantau Keseimbangan BBM Sumbagsel beberapa hari lalu melakukan aksi unjuk rasa menuntut pecat General Manager (GM) PT. Pertamina Patra Niaga Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

Koalisi Ormas Aktivis Pemantau Keseimbangan BBM Sumsel selaku Ketua Presidium Ir. Suparman Romans mengatakan, masih menunggu hasil tindak lanjut dari pihak management Pertamina Patra Niaga dalam kurun waktu 1 Minggu ini, guna meminta jawaban hasil dialog kemarin.

“Kita meminta reformasi ditubuh management Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel. Jika mereka mengabaikan komitmen tersebut, maka kita akan melakukan aksi ke 2 dengan tuntutan yang lebih tegas,”ungkap Suparman Romans saat dihubungi via WhatsApp. Jum’at (23/1/2026) kepada awak media.

Menurutnya, diduga kuat ada mafia jaringan BBM yang sudah menjadi lingkaran setan dan melibatkan oknum-oknum pengusaha. Dan jika tidak ada transparansi dalam tindak lanjut penangannya, terpaksa akan dilanjutkan aksi ke institusi yang lebih tinggi seperti, Kementrian ESDM, Pertamina Patra Niaga Pusat, Kejagung dan KPK.

“Kita sudah menyiapkan aksi dibeberapa titik diantaranya, Kantor Pemprov Sumsel, Kantor DPRD Provinsi Sumsel dan Kejati, langkah ini yang akan diambil,”tegas Suparman Romans.

Dikatakannya, fakta lain adalah kilang minyak ada di plaju, tapi justru harga bbm di palembang lebih mahal dari di jawa. Ini jelas permainan mafia bbm yg melibatkan oknum ordal, transportir, dan spbu/penampung.

“Apalagi banyaknya dugaan praktek KKN dalam pengelolaan proyek-proyek dilingkungan Pertamina Patra Niaga Sumbagsel. Karena terindentifikasi adanya monopoli proyek hanya oleh 2 pengusaha”,jelasnya.

Disamping itu, Lanjut dia, mayoritas pejabat tingkat pengambil kebijakan dalam manajemen PT Pertamina Patra Niaga Sumbagsel merupakan orang-orang droping dari pusat, sehingga banyak karyawan putra daerah termarjinalkan. Ini menciptakan iklim kompetisi internal yg tidak sehat.
Terkait dugaan adanya praktek monopoli dan KKN dalam pengelolaan proyek-proyek di lingkungan PT Pertamina Patra Niaga Regional 2 Sumbagsel, juga terjadi persaingan yang tidak sehat dimana selama ini praktik, dikuasai oleh 2 pengusaha.

“Sedangkan untuk pengusaha lokal sendiri nyaris tidak dapat peluang untuk partisipasi dalam pengerjaan proyek-proyek disitu, apalagi proyek klasifikasi menengah dan besar.”tutupnya. (Akip)