Feby Deru Tunjukkan Totalitas Lestarikan Tari Sumsel Lewat Reuni Sanggar Seni Cempako

Politik88 Dilihat

Trabaznews.com, PALEMBANG — Ketua TP PKK Sumatera Selatan sekaligus Ketua Sanggar Seni Cempako, Feby Deru, tetap tampil percaya diri dan energik saat menari bersama para penari Sanggar Seni Cempako. Aksi tersebut ditampilkannya dalam acara reuni sanggar seni yang digelar di Griya Agung, Sabtu (17/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Feby Deru membawakan sejumlah tarian, di antaranya Tari Patah Sembilan, Serampang Dua Belas, dan Mak Inang. Tarian-tarian tersebut ia tampilkan dengan penuh penghayatan bersama para penari lintas generasi Sanggar Seni Cempako.

Tampak turut menemani Feby Deru menari, Ketua KORMI Sumsel Samantha Tivani HD yang juga tampil penuh semangat dan antusias, menambah semarak suasana reuni.

Usai menari, Feby Deru mengungkapkan bahwa dirinya masih mengingat dengan baik seluruh gerakan tarian yang dibawakannya.

Menurutnya, hal tersebut karena ia benar-benar menjiwai dan menghayati setiap tarian, meskipun sudah cukup lama tidak tampil menari secara langsung.

“Menari itu soal rasa dan penghayatan. Kalau kita menjiwai, gerakannya akan tetap melekat meski sudah lama tidak tampil,” ujarnya.

Feby menjelaskan, para penari yang hadir dalam reuni tersebut baru sebagian dari seluruh alumni Sanggar Seni Cempako. Ke depan, ia membuka peluang untuk menggelar reuni akbar yang melibatkan lebih banyak penari lintas angkatan.

“Reuni ini digagas oleh angkatan senior dan menjadi ajang silaturahmi lintas generasi,” tambahnya.

Ia juga mengisahkan bahwa cikal bakal Sanggar Seni Cempako bermula dari Baturaja dengan nama Sanggar Seni Sebimbing Sekundang. Sanggar tersebut didirikan oleh almarhumah Ailuni Husni, yang kemudian berpindah ke Palembang dan resmi menjadi Sanggar Seni Cempako pada April 1994.

“Setelah ibu Ailuni wafat, saya melanjutkan sanggar ini. Saya tidak ingin kegiatan seni di sini vakum, apalagi masih banyak penari yang aktif dan terus berlatih,” jelas Feby.

Menurutnya, menari tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Setiap tarian harus dibawakan dengan disiplin dan penuh penjiwaan. Bahkan, dunia tari dapat menjadi sumber mata pencaharian, bukan sekadar hobi semata.

“Kepada penari junior, saya tekankan pentingnya disiplin tinggi. Disiplin adalah kunci. Saya akan terus memantau perkembangan para penari di sanggar ini,” tegasnya.

Feby berharap Sanggar Seni Cempako dapat terus berkarya dan berperan aktif dalam melestarikan tarian tradisional khas Sumatera Selatan agar tetap dikenal oleh generasi muda.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru juga menyempatkan hadir untuk menyapa para alumni dan penari Sanggar Seni Cempako yang mengikuti kegiatan reuni tersebut.

Acara reuni semakin semarak dengan penampilan beragam tarian daerah, di antaranya Teluk Semangko, Tamborina, Nindai, Ambenan Tinggi, Kipas Elok, Zapin Serumpun, Bedana Kipas, Pirdi, Panen, Senandung Kipas, Rodat, Zapin Payung, hingga Tari Tanggai.

Usai rangkaian kegiatan tari, para alumni Sanggar Seni Cempako melanjutkan agenda dengan berziarah ke makam almarhum Husni, almarhumah Ailuni Husni, dan almarhumah Percha Leanpuri di pemakaman Gandus sebagai bentuk penghormatan dan doa. (akp)