Trabaznews.com, Banyuasin– Kasus hilangnya sepeda motor milik warga di lingkungan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Banyuasin menuai sorotan. Insiden tersebut terjadi saat korban tengah mengurus administrasi data kependudukan, pada Kamis (15/01/2025) kemarin sekitar pukul 15.00 WIB.
Menurut informasi yang diperoleh, korban memarkirkan sepeda motor jenis Honda Revo Tahun 2024 dengan nopol BG 4537 JBL di area parkir kantor Disdukcapil Banyuasin sebelum memasuki gedung pelayanan. Namun, setelah selesai mengurus dokumen dan kembali ke area parkir, kendaraan miliknya telah raib.
Korban bernama Eko merupakan warga Desa Taja Mulya Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin.
Upaya korban untuk menelusuri keberadaan motor terkendala kondisi sistem pengawasan. Berdasarkan pengecekan di lokasi, dua unit kamera pengawas (CCTV) di area parkir diduga tidak berfungsi atau mati. Sementara satu unit CCTV lainnya terhalang spanduk kegiatan, sehingga tidak dapat merekam aktivitas di area parkir secara jelas.
“Tidak ada rekaman yang bisa dilihat. Dua CCTV mati, satu lagi tertutup spanduk,” ujar korban dengan nada kecewa.
Akibat tidak berfungsinya CCTV tersebut, korban kesulitan mendapatkan petunjuk awal terkait waktu dan pelaku pencurian.
Ironisnya, hingga berita ini ditayangkan PLT Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuasin H. Sultan Al-Rasyid, S.IP.,M.SI belum memberikan tanggapan resmi terkait peristiwa tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media belum mendapat respons, baik mengenai insiden kehilangan maupun kondisi fasilitas keamanan di lingkungan kantor pelayanan publik tersebut.
Ketiadaan tanggapan ini menimbulkan pertanyaan terkait pengawasan dan tanggung jawab pengelolaan keamanan, khususnya di area parkir yang setiap hari digunakan masyarakat dalam jumlah besar.
Hingga kini, kasus kehilangan sepeda motor tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Masyarakat berharap adanya evaluasi serius terhadap sistem keamanan di Kantor Disdukcapil Banyuasin agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (Adek Irawan)







Komentar